Perasaanku Ketika Kakak Perempuan Menikah
Kalau
boleh jujur, hubungan saya dengan kakak saya tidak terlalu bagus. Rentang usia
yang terpaut jauh membuat kami memiliki minat dan ego yang sangat berbeda. Bertengkarnya
pun karena hal yang beragam, rebutan barang misalnya, seperti remote untuk
mencari chanel TV favorit masing-masing, selisih paham, beda pendapat , sifat
saya yang kekanak-kanakan, atau hanya sekadar saling ledek.
Di
samping itu, karena umur saya masih belia, barangkali kemampuan menghargai
perasaan orang lain yang saya miliki masih belum berkembang, juga kemampuan
untuk mengalah dan berkompromi dengan masalah yang ada. Hal yang sama juga
barangkali terjadi terhadap kakak saya.
Saya
mengerti bahwa pertengkaran dalam persaudaraan adalah sebuah hal yang mutlak.
Saudara di keluarga mana pun pasti akan bertengkar. Adakah saudara di luar sana
yang tidak pernah bertengkar? Tidak ada. Semua pernah memiliki pengalaman
bertengkar. Tidak ada satu pun saudara yang bebas dari pengalaman bertengkar.
Kalau dipikir-pikir lagi, bertengkar justru sengaja diciptakan Tuhan untuk
tujuan tertentu.
Jujur,
saya sendiri sayang sekali dengan kakak saya. Itulah kenapa saya sering
mengusilinya, mencari perhatiannya dengan hal-hal konyol dan lain-lain.
Saya
selalu bangga mengakuinya sebagai kakak. Saya selalu bangga mempunyai kakak
yang cantik, meski pada akhirnya yang saya dapat adalah ledekan karena wajah
kakak saya dengan saya tidak ada miripnya. Kakak saya memang terlahir cantik,
saya sialnya terlahir kurang tampan, mendekati jelek. Tapi saya tidak terlalu
memusingkan ledekan-ledekan macam itu. Cuma ledekan bercanda, tak ada
seriusnya. Hal yang sudah biasa terjadi dalam sebuah pertemanan.
Saya
bahagia, ia akan melangsungkan pernikahan dengan orang yang ia pilih, laki-laki
polos dan lugu, yang saya yakini bisa membuatnya bahagia setelah kisah cintanya
selama kurang lebih enam tahun dalam status tidak pacaran. Sebagai saudara
memang sepantasnya saya bahagia. Sudah wajibnya saya mendukung kebahagian kakak
saya sendiri.
Semua
ketakutan di atas hanyalah ketakutanku kalau saja perhatianmu kepadaku kepada
ibu berkurang. Mungkin tidak banyak yang aku utarakan mbak, hanya permintaan
jangan lupakan keluargamu, kalau kamu sudah berkeluarga nanti, jangan berkurang
rasa perhatian itu. Tetapalah jadi kakak yang apa adanya yang terkadang
menyebalkan tapi tetap aku sayangi.
semangat nderr
BalasHapusSedih tapi bahagia, Madu tapi pahit huhu
BalasHapusUwwwuuwwwterhura akuu bacanya
BalasHapusWah punya adek kaya gini bikin terharu, cepet nyusul ya aldy
BalasHapusUwuuuu bingitsssss
BalasHapusKeren
BalasHapus😳
BalasHapusSemoga selalu bahagia kakaknya, selamat menempuh hidup baru
BalasHapusKewrennn jawaaa👍
BalasHapusterharuu
BalasHapussemoga jadi pasangan sakinah mawaddah warohmah aamin
BalasHapusselamat menempuh hidup baru buat kakaknya. smgt author!
BalasHapusuwuuuu semoga samawa kakaknya!
BalasHapusi know u feel:')))
BalasHapusaakk terharuu, samawa kakaknya aldy dan suami
BalasHapusTerharu, tapi ikut bahagia 🤗
BalasHapuswaaaaa terharu banget! selamat menempuh hidup baru!
BalasHapusSelamat menempuh hidup baru yaaa
BalasHapusMantul 👍
BalasHapusaduh sampe speechless bacanya, semangat terus ya jalanin hari-harinyaa
BalasHapussamawa yaaa kakaknya aldy
BalasHapusSedihh sii
BalasHapuscepet cepet nyusul mas
BalasHapus